Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan



1. Pertumbuhan pada Hewan

Pertumbuhan pada hewan juga berarti ukuran sel penyusun organ bertambah besar. Sebagai contoh, misalnya hati. Ukuran dan berat hatimu ketika kamu lahir kurang lebih hanya 10 % bila dibanding dengan ukuran dan berat hatimu sekarang, akan tetapi jumlah sel hati ketika kamu lahir dan jumlah sel hatimu saat ini tidak berubah. Dengan demikian, hati tumbuh bukan karena jumlah selnya yang bertambah, melainkan karena ukuran selnya bertambah besar.

Bagaimana satu sel dapat menjadi sedemikian luar biasa banyaknya dengan susunan dan fungsi yang sedemikian beraneka ragam? Jawabannya tentulah bukan karena terjadi secara kebetulan. Sekali lagi kita harus mengagumi Tuhan Yang Maha Pencipta, yang merencanakan semua makhluk sesuai dengan ketentuan dan menentukan bentuk dan susunan setiap makhluk sesuai kehendak- Nya.

Pertambahan jumlah sel selama masa pertumbuhan tidaklah terjadi secara acak, akan tetapi memerlukan pengaturan yang ketat agar dapat tumbuh sesuai dengan ketentuan. Pengaturan itu terjadi pada dua tingkat, pertama pengaturan pertumbuhan pada tingkat tubuh secara keseluruhan, dan kedua pengaturan pada tingkat bagian-bagian tubuh.

Pola pertumbuhan berbagai makhluk hidup berbeda antara satu jenis dengan jenis lainnya. Perbedaan itu dapat diukur dari waktu interval antara berbagai tahapan perkembangan. Pada hewan yang melalui fase larva, perkembangan cepat terjadi pada masa embrio, sebaliknya pada organisme yang tidak melalui fase larva, perkembangan cepat terjadi setelah lahir sampai menjelang usia dewasa, kemudian menurun dan berhenti ketika telah dewasa.

2. Perkembangan pada Hewan

 Pada hewan yang berkembang biak secara seksual, umumnya melalui tahapan atau fase perkembangan, sebagai berikut.

a. Zigot

Zigot adalah hasil peleburan antara gamet jantan dan gamet betina. Dalam pembentukan zigot, dua inti sel gamet haploid melebur menjadi satu inti sel diploid. Peristiwa peleburan inti sel gamet itu disebut singami. Tahap ini merupakan awal dari perkembangan zigot menjadi embrio.

b. Embrio

Tahap perkembangan embrio diawali ketika zigot mulai membelah diri. Pada tahap awal, zigot akan membelah dengan cepat secara geometrik menjadi 2, 4, 8, 16, 32, dan seterusnya. Pembelahan awal ini meningkatkan jumlah sel secara cepat. Tahapan perkembangan embrio selanjutnya melalui fase-fase per- tumbuhan hingga mencapai bentuknya yang siap untuk menjalani kehidupan.

c. Larva

Tidak semua organisme mengalami fase larva dalam hidupnya. Larva adalah organisme kecil yang hidup mandiri yang sangat aktif dan bentuknya berbeda dari bentuknya ketika dewasa. Kecebong merupakan bentuk larva dari katak, dan ulat merupakan larva dari kupu-kupu. Hampir semua hewan inver- tebrata yang hidup di laut mengalami fase larva, demikian pula serangga dan hewan berbuku-buku lainnya.

d. Masa Muda

Masa muda merupakan masa persiapan menjadi individu dewasa. Jika kamu pernah memelihara anakan kucing atau kelinci misalnya, maka pertumbuhan setelah masa embrio (lahir) berlangsung sangat cepat. Ukuran dan berat tubuh menjadi berlipat-lipat sebelum mencapai dewasa. Demikian pula berat tubuhmu sekarang. Berapa kali lipat bila dibanding dengan berat badanmu ketika lahir? Pertambahan berat tubuh terutama disebabkan oleh dua hal, yaitu jumlah sel yang bertambah karena membelah secara terus menerus dan ukuran sel yang juga bertambah besar.

Masa muda juga merupakan masa pematangan baik secara fisik, intelektual, dan juga emosional. Pada masa muda kelenjar yang menghasilkan hormon pertumbuhan sangat aktif, sehingga pertumbuhan fisik berlangsung cepat. Sementara itu, kelenjar hormon kelamin belum aktif, sehingga kegiatan yang berkaitan dengan fungsi perkembangbiakan belum dilakukan. Ketika hormon kelamin telah mulai aktif bekerja, hormon pertumbuhan akan menurun, baik produksi maupun fungsinya. lntensitas pertumbuhan menurun, kemudian ter- henti. Mulailah memasuki fase dewasa

e. Masa Dewasa

Sebagian organ tubuh berhenti berkembang setelah mencapai ukuran dewasa, dan perkembangan berlanjut dalam pengertian mengganti jaringan yang rusak atau mati. Pergantian sel itu biasanya melibatkan sel-sel induk, yaitu sel-sel generatif yang masih memiliki kemampuan membelah di seluruh tubuh, misalnya di kulit, sumsum tulang, usus, dan alat kelamin. Jika sel induk membelah, maka satu sel anakan akan berdeferensiasi menjadi sel khusus, misalnya sel-sel darah merah di sumsum tulang atau gemet dalam alat kelamin, sedang sel satunya menjadi sel induk.

Oleh karena itu, setelah dewasa ukuran tubuh tidak lagi dapat bertambah, sekalipun berat tubuh mungkin akan tetap bertambah seiring dengan bertambah- nya usia. Masa dewasa juga ditandai dengan telah aktifnya alat-alat kelamin dan kesiapan untuk kawin dan berkembang biak.

0 Response to "Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan"

Posting Komentar